KPU Kediri melakukan Penundaan Pilkada.

KPU Kediri melakukan Penundaan PilkadaBeragam spekulasi masih mengemuka, terkait ditunda atau tidaknya prosesi pemilihan bupati dan wakil Berita Kediri bupati serentak di Kabupate‎n Pacitan. Komisi Pemilihan Umum (KPU) selaku pihak penyelenggara pemilihan juga masih gamang dengan fenomena yang tengah berlangsung saat ini.

 

Ketua KPU Kabupaten Pacitan, Damhudi, mengatakan, tetap akan menutup prosesi Berita Kediri pendaftaran bakal calon pada detik-detik terakhir masa perpanjangan seandainya hanya didapati satu pasangan calon yang mendaftar. Namun terkait penundaan pemilihan, KPU masih menunggu petunjuk lebih lanjut.

 

“Hal tersebut terkait dengan waktu, kapan KPU akan menundanya. Baik soal jam, hari, serta minggu, kita masih harus menunggu petunjuk dari pusat,” katanya, saat dihubungi dihari terakhir masa Berita Kediri perpanjangan pendaftaran bakal calon dari jalur partai politik, Senin (3/8).

 

Berita kediri hari ini, Selain persoalan jago tunggal, sekalipun sudah didapati dua bakal calon‎ yang mendaftar, namun bukan berarti tahapan pilkada berjalan mulus seperti yang diharapkan. Segala kemungkinan masih saja terjadi.

 

Misalnya, salah satu dari pasangan calon dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) lantaran kendala ijazah atau kendala kesehatan. “Kasus tersebut tentu menjadi pekerjaan rumah bagi KPU,” cetus Damhudi.

 

Menyikapi persoalan tersebut, KPU akan melaksanakan masa perpanjangan Berita Kediri selama 10 hari. Selanjutnya, KPU akan kembali membuka pendaftaran bakal calon selama tiga hari. “Ketentuan tersebut sebagaimana ditegaskan Peraturan KPU (PKPU) No 12 Tahun 2015,” beber Damhudi pada awak media.

 

Namun, hal tersebut tidak berlaku seandainya hanya didapati satu pasangan calon yang mendaftar. Sebagaimana ditegaskan Pasal 89 angka IV, PKPU 12 Tahun 2015, KPU akan Berita Kediri menutup proses pendaftaran dan menghentikan semua program, tahapan serta jadwal pemilihan bupati dan wakil bupati sampai tahapan berikutnya yang akan ditentukan. ‎Masih menurut Wiwiek, Pemerintah Kota Surabaya sudah menjadikan Festival Tari Remo dan Yosakoi sebagai agenda rutin tahunan. Kegiatan tersebut merupakan implementasi dari hubungan sister city antara Kota Surabaya Berita Kediri dengan Kota Kochi di Jepang.  Festival Tari Remo dan Yosakoi juga diintegrasikan sebagai bagian dari rangkaian acara CCF atau Festival Seni Lintas Budaya yang juga dilaksanakan setiap tahun. Hal tersebut juga diikuti pemberhentian kepanitiaan adhoc yang sudah terbentuk, mulai PPK hingga PPS. “Ketentuannya memang seperti itu,” tandasnya.